Mengingat saat kita bertemu, semua terasa biasa saja. Sampai kemudian hadir dia yang membuat kita semakin dekat. Sedang kebersamaan kita, hanya kita yang tau.
Hari-hari yang kulalui bersamamu dipersembunyian dari mata mereka, membuatku selalu penuh tanya apa sebenar perasaan dalam hatimu itu untukku.??, tapi tak pernah kutemu jawab atas tanyaku itu.
Membaca sebuah catatan, hati ini mengharap. Tapi, satu per satu kenyataan tentang masa lalumu muncul dihadapanku membuatku meragu.
Sedih rasa ketika kini aku mulai sadar bahwa ini hanya terjadi padaku dan tidak denganmu. Satu per satu yang kusangkakan sebuah pertanda ternyata hanyalah biasa saja bagimu.
Aku tau aku harus berhenti sekarang. Tapi tau yang kumaksud tidak berarti aku bisa. Saat ini, jika ternyata memang aku yang salah menerima sikapmu, aku bisa mengerti. Jika kamu tak pernah menganggap ini serius, aku juga mengerti. Dan seandainya aku benar dan suatu saat nanti berbalik terjadi padamu, karena diakhir sebuah drama pasti akan ada karma, aku masih bisa mengerti dan menanti.
Namun, apabila saat itu tiba, saat aku mampu menghapus seluruh rasaku untukmu, itulah saat dimana kamu yang harus mengerti aku.
Kamu yang kumaksud adalah kamu..ya, kamu. Berharap kamu nanti atau mungkin saat ini sedang membaca tulisanku. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar